PostHeaderIcon UN SMP di Denpasar Tingkat Kehadiran Peserta Capai 99,92 Persen

UN SMP di Denpasar

Tingkat Kehadiran Peserta Capai 99,92 Persen

TERIMA LJKUN – Petugas Disdikpora Kota Denpasar menerima LJKUN dari sekolah yang melaksanakan UNKP.

Dangin Puri, DenPost

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Wayan Sukadana, memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMPN 3 Denpasar yang digelar di SMAN 3 Denpasar Rabu (3/5) kemarin. Saat itu, Wayan Sukadana didampingi Kabid Pembinaan Pendidikan SMP, Wayan Supartha.

Wayan Sukana menilai evaluasi sementara dari penyelanggaraan UN baik bagi sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) maupun UNBK dari Selasa (2/5) lalu dinilai baik. “Hasil evaluasi hingga hari kedua UN, tingkat kehadiran siswa 99,92 persen. Artinya, sudah nyaris 100 persenlah, dari total seluruh peserta UN SMP di Kota Denpasar sebanyak 12.876 siswa, sudah bagus,” katanya.

Selain tingkat kehadiran pelajar yang mengikuti UN cukup tinggi, Sukana juga memuji sekolah sebagai pelaksana UN mencegah adanya kebocoran soal UN hingga hari kedua pelaksanaan UN. “Hingga hari kedua, tidak ada laporan yang kami terima adanya kebocoran atau jual beli soal. Tidak ada,” ucap Sukana.

Sukana memberikan catatan untuk UN tahun 2018 mendatang. Sekolah yang menjadi penyelenggara UNBK tahun mendatang harus lebih banyak dari tahun ini. “Yang ketiga, sekolah yang menggunakan UNBK di Kota Denpasar masih belum banyak terutmaa untuk sekolah-sekolah negeri. Oleh karenanya, 2018 mendatang, kita targetkan semau sekolah negeri menggunakan sistem UNBK, tandasnya.

Sementara Supartha menambahkan, hingga Rabu kemarin, dari 12.876 peserta UN tingkat SMP di Denpasar 10 peserta tidak hadir karena sakit, tiga berhenti, seorang izin dan seorang mengikuti UNKP di Jakarta, karena bergabung timnas sepak bola. Peserta sakit dilaporkan dari masing-masing satu siswa SMP Harapan Nusantara Denpasar dan SMPN 6 Denpasar serta tiga siswa SMP Ganesha Denpasar.

Supartha saat memantau UN di SMP PGRI 2 Denpasar meminta sekolah PGRI bisa menjadi pionir menerapkan UNBK tahun depan. Caranya, siswa bawa laptop atau dengan menyewa komputer asalkan teruji dan bersih. Dia menyarankan sekolah PGRI menunjukkan pengabdian bagi pendidikan anak bangsa.