Home

PostHeaderIcon Selamat Datang Di SMP PGRI 2 Denpasar

PostHeaderIcon Wali Kota Puji MPLS SMP PGRI 2 Denpasar Berbasis Lingkungan dan Pencegahan Narkoba

Wali Kota Puji MPLS SMP PGRI 2 Denpasar

Berbasis Lingkungan dan Pencegahan Narkoba

MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP PGRI 2 Denpasar berjalan luar biasa. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra meninjau langsung MPLS, Rabu (12/7) kemarin. Bahkan, Wali Kota memuji pelaksanaan MPLS di SMP PGRI 2 Denpasar karena mengena dengan moto Kota Denpasar, yakni berbasis lingkungan dan pencegahan narkoba.

MPLS di Grisda, diakui Wali Kota, sangat konsisten ikut mendukung program Denpasar bersih serta membebaskan anak muda dari bahaya narkoba dan AIDS. Apalagi program MPLS diisi latihan yoga dan senam. Selain memuji program MPLS, Rai Mantra juga mengapresiasi SMP PGRI 2 Denpasar sebagai sekolah swasta besar di Denpasar yang tak menjalankan double shift. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah ini berkualitas.

SMP PGRI 2 Denpasar juga memiliki komitmen membantu 23 siswa miskin. Wali Kota memberi apresiasi siswa miskin di sekolah ini selain dibantu oleh pemeirntah juga oleh sekolah. Makanya Rai Mantra ingin siswa miskin yang seandainya masih tercecer, akan ditampung di sekolah negeri dan swasta.

Wali Kota mengakui secara umum pelaksanaan MPLS di Kota Denpasar berjalan sesuai juknis. Hal ini didukung pernyataan Kadisdikpora Drs. I Wayan Gunawan karena sekolah khususnya SMP di Denpasar telah sukses menjalankan program MPLS secara menyenangkan dan berdasarkan ideologi Pancasila. Gunawan juga merasa senang SMP negeri dan swasta di Denpasar pakedek pakenyung karena semuanya mendapat siswa baru. Yang penting lagi, tak ada SMP negeri di Denpasar yang sampai double shift.

Sebanyak 413 siswa baru mengikuti MPLS sejak Senin lalu dan kemarin ditutup Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. Ia mengungkapkan rasa bangganya di tengah persaingan yang ketat, SMP PGRI 2 Denpasar tetap menjadi pilihan masyarakat Denpasar. Lagi pula sekolah ini dikenal biaya pendidikannya terjangkau.

Read more...

 

PostHeaderIcon Pergub No. 40/2017 Berikan Sekolah Serap Siswa Tercecer

Pergub No. 40/2017

Berikan Sekolah Serap Siswa Tercecer

Denpasar, Bali Tribune

Langkah tepat yang diambil Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, dengan melabrak Permendiknas terkait carut marutnya PPDB 2017 rupanya disambut baik beberapa kalangan. Salah satunya Ketua PGRI Provinsi Bali, Dr. I Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., Dia menilai langkah Gubernur dianggap tepat dalam mengatasi kisruh terkait PPDB 2017 dengan mengeluarkan Pergub No. 40/2017 tentang PPDB SMA dan SMK.

Bahkan akhirnya pihak kementerian pun mengeluarkan Surat Edaran No. 3/2017 untuk meredam gejolak yang ada. “Kita mengapresiasi langkah tepat Gubernur Pastika yang cepat tanggap akan kisruh PPDB ini. Nah dengan adanya perubahan kebijakan akhirnya semua bisa terartasi, imbasnya luar biasa,” ujar Wenten dari kantornya di SMP PGRI 2 di Jalan Dewi Maderi, Denpasar (10/7).

Wenten yang kesehariannya sebagai Kepala Sekolah di SMP PGRI 2 ini menambahkan, pemicu keluarnya SE Kemendiknas 3/2017 salah satunya disebabkan gebrakan yang dilakukan Gubernur Pastika, hingga seakrang semua provinsi terbantu. “Kita bersyukur kericuhan terkait PPDB tidak berlangsung lama, karena telah diakomodir dengan keluarnya Pergub 40/2017 hingga zona bisa diatur dan siswa yang tercecer bisa kembali ditampung,” katanya.

Dengan diberikannya ruang bagi sekolah, jelas ini menguntungkan bagi daerah-daerah yang berpenduduk padat misal, seperti Denpasar. Dengan diberikannya ruang bagi sekolah tujuannya supaya jangan sampai terjadi anak yang tidak sekolah, akibatnya program pemerintah wajib belajar tidak berjalan. “Penting sekali dengan adanya ruang yang diberikan pemerintah bagi sekolah-sekolah kembali menjaring anak yang belum mendapatkan sekolah. Jangan sampai di neri tidak dapat di swasta juga tidak, akibatnya menghambat program wajib belajar yang dicanangkan pemerintah,” tukasnya.

Ia berpendapat, kecermatan dan kecerdasan pemimpin dalam mengambil langkah antisipatif dan jangan dianggap sebagai sebuah pelanggaran. “Kita harus berpikir bagaimana penuntasan wajib belajar ini bisa berjalan, jadi jangan dibilang seabgai suatu pelanggaran. Dari yang kelas hanya terisi 32 siswa, karena adanya Pergub memberikan ruang bagi sekolah untuk bisa menampung hingga 40 siswa, dan ini menguntungkan dalam penuntasan wajib belajar, imbuhnya.

Ia menjelaskan menurut kacamatanya, aturan yang dibuat pemeirntah pusat itu ruang lingkupnya secara global, tidak disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, akibatnya sewaktu diimplementasikan timbul benturan-benturan.

“Aturan yang dibuat secara menyeluruh inilah yang mengakibatkan kondisi daerah, mestinya dikaji terlebih dahulu sesuai kebutuhan daerah masing-masing. Kedepannya kita harap ada perbaikan mana yang jadi sumber kegaduhan itu yang mesti disempurnakan jadi tidak mesti dihilangkan”, tutupnya.arw.

 

PostHeaderIcon Parade Budaya Grisda Nawanatya, Beri Ruang Seniman Muda Berekspresi

Parade Budaya Grisda Nawanatya, Beri Ruang Seniman Muda Berekspresi

Cahaya Bali, DENPASAR, Keluarga besar SMP PGRI 2 Denpasar, tak pernah berhenti untuk berinovasi dan berkreasi, kali ini siswa sekolah ini terlibat dalam Parade Budaya Grisda Nawanatya, sebagai terobosan untuk memberikan ruang bagi seniman muda SMP PGRI 2 Denpasar dalam berekspresi.

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., mengatakan Parade Budaya Grisda Nawanatya ini menjadi trademark baru di SMP PGRI 2 Denpasar dan merupakan program unggulan SMP PGRI 2 Denpasar dalam upaya pelestarian serta pengembangan seni dan budaya.

Aryasudha juga menyampaikan makna kata “Nawanatya” yang diangkat menjadi tagline pagelaran. Nawa berarti sembilan, natya artinya akspresi dalam seni pertunjukan. Diharapkan, dengan agenda ini Grisda tetap ajeg dalam melestarikan seni budaya Bali.

Last Updated ( Tuesday, 29 August 2017 10:12 )

Read more...

 

PostHeaderIcon Menyenangkan, MPLS SMP PGRI 2 Denpasar Diakhiri Tes Potensi Akademik dan Tes IQ

Menyenangkan, MPLS SMP PGRI 2 Denpasar

Diakhiri Tes Potensi Akademik dan Tes IQ

 

Sumerta, DenPost

Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP PGRI 2 Denpasar Senin (10/7) kemarin berlangsung meriah. Tahun ajaran baru ini SMP PGRI 2 Denpasar menerima 413 orang siswa baru.

Pembukaan MLPS di sekolah ini ditandai dengan penyematan topi dan tanda pengenal MPLS oleh Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd. Pelaksanaan MPLS hari pertama di SMP PGRI 2 Denpasar dipantau Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Wayan Supartha.

Kasek Wenten Aryasudha mengatakan MPLS diisi dengan pemberian materi pengenalan lingkungan sekolah, teori upacara bendera, pengenalan kegiatan ekstrakurikuler, program cara belajar yang baik. Selain itu, diisi dengan kegiatan rigem, kesadaran berbangsa dan bernegara, kebersihan lingkungan, ceramah pengenalan TI, kepramukaan serta ceramah bahaya narkoba, disiplin berlalu lintas dan kepemimpinan.

Read more...

 

PostHeaderIcon SMP PGRI 2 Denpasar Sekolah Berintegritas, Rekrut 12 Kelas Siswa Baru

SMP PGRI 2 Denpasar

Sekolah Berintegritas,

Rekrut 12 Kelas Siswa Baru

 

Sumerta, DenPost

Tercatat 564 siswa SMP PGRI 2 Denpasar mengikuti Ujian Nasional (UN) 2017 secara tertib dan berintegritas. Pelaksanaan UN hari kedua Rabu (3/5) kemarin di SMP PGRI 2 Denpasar dipantau Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd. dan Sekretaris Kota YPLP PGRI Denpasar, Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd.

Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Drs. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd., menjelaskan 564 peserta UN itu menggunakan 29 ruangan dengan kehadiran 100 persen. UN melibatkan 60 pengawas ruangan gabungan dari subrayon 3 yakni SMPN 3 Denpasar, SMP Saraswati, SMP Albana dan SMP Pertiwi Dewata.

Meskipun nilai UN tak menjadi syarat utama kelulusan, Aryasudha tetap memotivasi siswa meraih nilai UN terbaik, namun yang utama adalah kejujuran. Pasalnya, nilai UN dipakai untuk menentukan studi lanjut.

Aryasudha yang juga Ketua PGRI Bali itu menegaskan sekolahnya mengedepankan UN yang jujur dan berintegritas. Siswanya sejak awal sudah dibudayakan tidak menyontak, apalagi berbuat tidak jujur. Semua itu dibudayakan dalam bentuk pendidikan disiplin dan menjunjung sportivitas.

Read more...

 

<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

CB Online
None
Calendar Clock

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Powered By therelax.com